Sudahkah Anda menonton film Catatan Harian Si Boy? Kalau sudah, selain filmnya yang menarik, Anda pasti penasaran dengan sebuah buku yang sepertinya jadi salah satu 'tokoh' penting dalam jalinan cerita film itu. Buku yang dalam film itu digambarkan tua dan lusuh tapi punya peran penting karena menjadi benang merah yang menghubungkan film itu dengan kisah masa lalu.
Buku harian lusuh itu menjadi bagian hidup dari Nuke, ibunda Tasha. Buku harian ini kemudian menjadi sangat penting buat Satrio sebagai jalan menemukan Boy, pemilik buku ini. Satrio harus menepati janjinya kepada Tasha yaitu mempertemukan Nuke dengan Boy.
(Nama gue Boy. Ini CATATAN gue.....)
Buku harian ini berisi catatan harian seorang bernama Boy yang dalam film ini digambarkan sebagai lelaki paruh baya yang kaya raya namun misterius. Dan buku catatan harian ini pula yang mengaitkan cerita film itu dengan kisah 30 tahun silam semasa Nuke dan Boy masih muda dan melegenda dalam film Catatan Si Boy 1–5.
Storygraph Catatan Si Boy merupakan catatan orisinal Boy, dengan latar belakang cerita di film Catatan Si Boy 1-5, merupakan kumpulan catatan tentang pengalaman dan pandangan hidup Boy yang tidak pernah diceritakan sebelumnya. Jelas kenapa buku catatatn harian ini menjadi sangat penting bukan saja buat Nuke tapi juga buat para pencinta film Catatan Si Boy yang menonton dari film 1 hingga 5, karena hanya dalam buku ini Boy menunmpahkan segala apa yang tak pernah dia ungkapkan kepada siapapun.
(Jujur cing, gue bukan manusia super dan juga bukan yang terbaik. Mungkin karena itu, cuma inilah sesuatu pertama dari nol yang bisa gue buat. Bikin coretan di halaman putih dalam bentuk catatan tentang kepingan-kepingan hidup. Gue akan coba nulis semua yang gue rasa dan alami. Manis. Pahit. Apapun itu.)
Daya pikat buku ini juga merasuk anak muda generasi sekarang yang tak pernah mengalami masa emas Boy bersama Nuke, Kendi, Emon dan lain-lain. Mereka yang hanya menonton film Catatan Harian Si Boy ini penasaran dengan buku yang telah membuat Satrio harus berjuang untuk bertemu Boy demi ibu dari seorang gadis cantik bernama Tasha.
Storygraph Catatan Si Boy ditulis oleh Rio Haminoto (penulis Don Joviano, Kionelle) selama setahun hingga menghasilkan sebuah manuskrip orisinil sarat dengan kisah kehidupan seorang lelaki idaman bernama Boy beserta teman-temannya. Buku ini sangat kental memaparkan era 80an lengkap dengan bahasa, istilah dan penunjang cerita lain yang disesuaikan pada masanya.
(“Kalau Mas Boy sampai rusak di LA, entar Emon bisa kena penyakit HVS lho!”
“Penyakit apaan tuh HVS, Mon?”
“HVS....Hati Verih Sekali!”
Gue tertawa ngakak. Banser ini memang selalu dahsyat. Apalagi kalau lidahnya melet-melet biar bibirnya basah terusssss! Terima kasih ya Emon!)
Sebelum menulis, Rio melakukan riset dengan menonton film Catatan Si Boy 1-5, mendengarkan cerita bersambung drama radio yang menjadi cikal bakal kisah Boy, mencari referensi istilah, bahasa, musik tahun 80-an. Untuk lebih mengenal karakter Boy, Rio juga berkonsultasi dengan penulis asli dari drama radio Catatan Si Boy, yaitu almarhumah Wanda Tumanduk.
Wanda memberikan skrip asli dari sandiwara radio yang kala itu diputar di Radio Prambors. Bahkan Wanda sempat mengatur tim sandiwara radio untuk menampilkan kembali beberapa adegan itu langsung dihadapan Rio. Ini semata-mata agar Rio bisa menulis dengan baik. Pun Marwan Alkatiri sebagai inisiator cerita sandiwara ini ikut membantu Rio dalam membentuk dan menjaga spirit dari Boy
Sebagai sebuah storygraph, buku ini dilengkapi foto-foto yang dituangkan pada buku agar pembaca bisa memvisualisasikan sendiri cerita dalam buku seakan menonton film. Rangkaian cerita dipadukan dengan ilustrasi yang menjadi narasi untuk membantu pembaca mengimajinasikan cerita buku tersebut. Foto-foto dalam buku sengaja dibuat menyesuaikan kepentingan penggambaran bukunya. Dalam Storygraph Catatan Si Boy, foto-foto dibagi dalam beberapa kompartemen yang bercerita. Misalnya dalam bagian 'MY GIRLS', berisi foto-foto teman ataupun pacar yang pernah singgah dalam kehidupan Boy.
(Dari pertama kali gue liat Nuke, Gue udah tau dan yakin aja kalau dialah yang akan menjadi istri gue!Rasanya semua yang terlihat dan terasa adalah benar....MY GIRLS)
Buku ini bahkan dilengkapi dengan CD soundtrack sebagai pembangun suasana saat membaca buku agar bisa membawa pembaca menyelami masa-masa 80-an bersama Boy. Sebagai pembangun mood, soundtrack ini digarap serius. Nama-nama pengisi soundtrack adalah Fariz RM, Caroline Zachrie, Frezia, Riry SHE, Frez Cika, Putut Mahendra, Rina Wahyu, Nadya Kalangie, Fe Utomo dan Sanderson.
Dan storygraph adalah merupakan signature dari Rio Haminoto sebagai penulis buku Catatan Si Boy ini. Buku-buku sebelumnya dari Rio yaitu Don Joviano dan Kionelle juga dibuat dalam bentuk storygraph. Rio juga sedang menulis buku yang akan diterbitkan awal tahun depan.
Rio Haminoto adalah Boy dalam dunia sesungguhnya. Penulis muda kelahiran 15 Oktober 1973, menjalani pendidikan sekolah dasar di Santa Ursula Jakarta dan sekolah menengah di Kolese Kanisius sebelum melanjutkan pendidikan tinggi ilmu politik international di Universitas Clark, Massachusetts, Amerika Serikat. **
Judul buku : - a Rio Haminoto Storygraph - Catatan Si Boy
Penulis : Rio Haminoto
Penerbit : Alumera
Terbitan tahun : 2011
Jumlah halaman : 162


04:17
opa







Posted in:







0 komentar:
Poskan Komentar