Untuk info promo media hubungi OPA di 08161161874 atau email ke: andre.sumual@gmail.com

Kamis, April 24, 2008

Arti Fam Orang Manado / Minahasa


Buat orang Manado, dalam hal ini suku besar Minahasa, fam (family-name) mewakili jati diri, citra, dan bahkan martabat serta harga diri. Fam diturunkan berdasarkan garis keturunan orang tua laki-laki (patrilinial) dan wajib digunakan sebagai harkat serta lambang bagi generasi penerus keluarga.

Setelah menikah, fam dari laki-laki akan menjadi nama keluarga. Seorang istri wajib menyandang fam dari suaminya didepan fam-nya sendiri. Anak-anakpun wajib menyandang fam dari ayah. Dan sekali lagi, keluarga wajib menjunjung tinggi martabat dari fam yang disandangnya.

Buat orang Minahasa, fam sangat dijunjung tinggi. Sayangnya, banyak generasi sekarang yang tak mengerti asal usul fam di daerahnya, bahkan fam sendiri kadang tidak tau artinya.

Fam yang dipakai turun temurun saat ini berasal dari nama nenek moyang orang MInahasa. Nama-nama itu biasanya mencerminkan pekerjaan, sifat, tempat tinggal, atau usaha dari pemilik nama pertama itu.

Berikut rangkuman oleh seorang sosiolog asal Manado, FS Watuseke.

Dalam bahasa Minahasa terutama dimana dalam bahasa sehari-hari Melayu Manado "nama keluarga" disebut Fam. Dimana kata ini sebenarnya berasal dari bahasa
Belanda van yang kemudian setelah melalui beberapa proses disebut sebagai Fam.

Penggunaan fam tersebut dilakukan sekitar awal abad 19 di negeri Belanda. Waktu itu rakyatnya diwajibkan mempunyai Fam. Sebelumnya memang sudah punya Fam akan tetapi belum menyeluruh. Demikian pula yang berlangsung di Minahasa kira-kira pada abad 19. Sebelumnya memang ada orang yang memakainya ,tetapi belum menyeluruh. Seperti halnya Bastian Saway, Fam tersebut ada sejak akhir abad ke 17. Pedro Ranty abad 18 dan kemudian awal abad ke 19 terdapat nama Fam seperti Matinus
Dotulong (akhir abad 18, Hendrik Dotulong, Frederik Lumingkewas, Abraham
Lotulong, dlll).

Pada tahun 1831 tibalah di Minahasa dua orang penginjil Protestan JF Riedel dan JF Schwarz di Langowan. Mereka sebagai penginjil dan mengabarkan injil sekaligus membaptis anggota baru yang masuk kristen. Pada waktu itu setiap orang dipermandikan mendapat sebuah nama Alkitab atau nama Eropa,seperti Daniel, Jan, Piet, Frans dan lainnya. Pada saat pembaptisan orang tersebut diberi sebuah nama Fam, nama keluarga.

Biasanya nama tersebut nama ayah (nama satu-satunya yang dipakai) yang disusul dengan nama baptis atau Fam. Disamping nama ayah, nama tersebut juga diambil dari nama nenek pria. Biasanya nama ayah atau nenek pria itu adalah nama asli Minahasa, seperti Watuseke, Sarapung, Korengkeng, Turang, Sondakh dan lainnya. Nama baptis tersebut dijadikan nama panggilan yang diambil dari nama-nama di Alkitab atau dari negeri Eropa barat terutama dari Belanda. Karena itulah setiap orang Minahasa bernama panggilan atau nama sehari-hari dari Alkitab dan Belanda.

Berdasarkan data tersebut, nama orang Minahasa atau Fam sekarang diambil dari nama panggilan setiap orang pria. Sedangkan nama wanita tidak diturunkan sehingga dilupakan oleh sebagian orang.

Dengan hanya mengenal nama panggilan satu-satunya, tentu ada nama pengenal jika nama itu dipakai beberapa orang. Hal itu dibedakan dengan adanya sikap, cacat, atau tanda sesuatu pada orang yang kita maksud. Seperti Wanta Kento jika ia pincang, Wilem Todeo Kokong (Wilem berkepala lonjong),
Min Pirop (min bermata buta) dan lainnya.

Ada nama-nama yang menyatakan sifat dari orang yang dimaksud, seperti ia seorang pemberani dinamai Mamauaya dari kata wuaya atau berani. Mama'it atau Ma'it orang yang selalu memasak agak kebanyakan garam. Oki atau kecil adalah orang selalu mengecilkan sesuatu dan sebagainya.

Masih banyak nama-nama yang mengikuti sifat, kepribadian, tempat tinggal, pekerjaan, perjuangan dan lainnya. Kesemua ini pada akhirnya dipergunakan oleh orang Minahasa walaupun dia berada di luar daerah. Fam tersebut khususnya mengikuti garis keturunan orang tua laki-laki.

Sebagai contoh, karena pekerjaannya selalu menebang pohon, disebut Pele. Sesuai tempat tinggal, dimana daerahnya selalu terjadi kebakaran karena adanya kilat dipanggil Pongilatan. Kalau dia tinggal pada suatu bukit atau gunung ia disebut Wuntu. Kalau dia mau naik bukit atau gunung disebut Mawuntu. Suatu tempat yang bersifat serong atau miring dikatakan Kawilaran. Kalau menerka disebut Tumeleap. Tempat dimana sering dicungkil tanahnya dengan sebuah tongkat disebut Tu'ila dan pemiliknya dinamai demikian.

Sedangkan pekerjaannya sering memotong dengan sebuah parang disebut Sumanti. Di dalam bahasa Tombulu kata ini mengandung arti lain, yaitu batu pujaan. Dalam bahasa Tondano disebut Panimbe. Ranting-ranting kering yang disebut Rankang dipergunakan untuk merintangi tempat jalan.



Daftar fam orang Minahasa/Manado

A

Abutan : Pembersih

Adam : Tenang

Agou : Anoa

Akai : Penjaga

Aling : Pembawa

Alui : Pelipur lara

Amoi : Teman sekerja

Andu : Tempat bersenang

Anes : Tawakal

Angkouw : Keemasan

Anis : Penghalau

Antou : Nama kembang

Arina : Tiang tengah

Assah : Pembuka jalan

Awondatu : Yang dikehendaki

Awui : Senang

B

Batas : Pemutus

Bella : Pasukan

Bokau : Bibit emas

Bokong : Mengikat

Bolang : Penangkap ikan

Bolung : Perisai

Bororing : Pembuat roreng

Boyoh : Pendamai

Buyung : Penurut

D

Damongilala: Benteng

Damopoli : Jujur dan adil

Dapu : Mematahkan

Datu : Pemimpin

Datumbanua : Kepala Walak

Dayoh : Karunia

Dededaka : Panah lidi hitam

Dendeng : Suara yang terang

Dengah : Hakim

Dewat : Menyeberangi

Dien : Dihiasi

Dimpudus : Cerdik kepalanya

Dipan : Ukuran depa

Dompis : Pekerja baik

Dondo : Prinsip

Dondokambei : Prinsip tetap

Donsu : Jimat penolak

Doodoh : Penggerak

Doringin : Penari

Dotulong : Pahlawan besar

Dumais : Menggenapi

Dumanauw : Pemenang

Dumbi : Didepan

Dungus : Berkedudukan

Dusaw : Pembuka

E

Egam : Menjaga

Egetan : Lonceng kecil

Ekel : Lirikan

Elean : Arah barat

Eman : Dipercaya

Emor : Lengkap

Endei : Dekat

Engka : Pegang

Enoch : Pilihan

Ering : Kurang besar

G

Ganda : Bambu besar

Gerung : Bunga ukiran

Gerungan : Bunga-bunga ukiran

Gigir : Mengikis rata

Gimon : Rupa yang indah

Girot : Pemutus

Goni : Cerdik

Goniwala : Cerdik akal

Gonta : Langkah

Gosal : Timbunan

Gumalag : Menanduk

Gumansing: Pembujuk

Gumion : Pegangan

I

Ilat : Menunggu

Imbar : Yang dibuang

Inarai : Baju jimat

Ingkiriwang : Dari angkasa

Inolatan : Pegang tangan

Intama : Pembawa

Item : Hitam

K

Kaat : Penglihatan

Kaawoan : Mampu kerja

Kaendo : Teman mapalus

Kaeng : Sempit

Kaes : Menyiram

Kainde : Ditakuti

Kairupan : Kekuatan

Kalalo : Amat berani

Kalangi : Dari langit

Kalempou : Mengunjungi

Kalempouw : Kawan baik

Kalengkongan: Tepat berjatuhan

Kalesaran : Pusat segala usaha

Kalici : Mempesona

Kaligis : Sama keluarga

Kalitow : Tertinggi

Kaloh : Sahabat setia

Kalonta : Perisai kayu

Kalumata : Pedang perang

Kamagi : Bunga hias

Kambey : Bunga hias

Kambong : Obor

Kamu : Pegang teguh

Kandio : Amat kecil berarti

Kandou : Bintang pagi

Kapantouw : Pembuat

Kaparang : Pandai mengukir

Kapele : Amat tegas

Kapoh : Pemuja

Kapoyos : Dukun pijat

Karamoy : Penunjuk

Karau : Antara

Karinda : Kawan serumah

Karundeng : Pengusut

Karuyan ; Di kejauhan

Karwur : Subur

Kasenda : Kawan sehidangan

Katopo : Keturunan opo

Katuuk : Pemegang rahasia

Kaunang : Cerdik

Kawatu : Pendirian teguh

Kawengian : Bintang sore

Kawilarang : Diatas terbuka

Kawulusan : Benteng

Kawung : Tersusun keatas

Kawuwung : Berkelebihan

Keincem : Penyimpan rahasia

Kekung : Pedang perisai

Keles : Bayi

Kelung : Perisah

Kembal : Agak lemah

Kembau : Kurang kuat

Kembuan : Sumber

Kenap : Genapkan

Kepel : Penakluk

Kerap : Seiring

Kere : Testa

Kesek : Penuh sesak

Kewas : Tumbuhan

Khodong : Kecil, menentukan

Kilapong : Batu kilat

Kindangen : Yang diberkati

Kirangen : Dimalui

Kiroiyan : Pengembara

Kodongan : Mengecil

Kojongian : Penggeleng kepala

Koleangan : Pemain

Kolibu : Banyak bekerja

Koloday : Saudara lelaki

Koly : Suka kerja

Komaling : Pembawa

Komaling : Penghormat

Kondoi : Lurus kedudukannya

Kontul : Kerja sendiri

Kopalit : Pendamai

Koraah : Suka panas matahari

Korah : Suka panas matahari

Korengkeng : Penakluk

Korompis : Hasil kerja yang baik

Koropitan : Penghukum

Korouw : Perkasa

Korua : Membagi dua

Kotambunan : Penimbun

Kountud : Kerja sendiri

Kowaas : Penggemar barang kuno

Kowonbon : Tahan uji

Kowu : Penempah

Kowulur : Ke gunung

Koyansouw : Pengipas

Kuhu : Menampakkan

Kulit : Kecukupan

Kullit : Cukup

Kumaat : Melihat

Kumaunang : Penyelidik cerdik

Kumayas : Membongkar

Kumendong : Pengumpul tenaga

Kumolontang : Melompat keliling

Kumontoy : Lurus hati

Kupon : Diharapkan

Kusen : Penutup

Kusoi : Cerdik

L

Lala : Berjalan

Lalamentik : Semut api

Lalowang : Perlumba

Lalu : Pendesak

Laluyan : Melintasi

Lambogia : Paras jernih

Lampah : Tak seimbang

Lampus : Tembus

Lanes : Kurang semangat

Langelo : Menapis

Langi : Tinggi

Langitan : Tinggian

Langkai : Dihormati

Languyu : Tanpa tujuan

Lantang : Berharga

Lantu : Penentu

Laoh : Manis

Lapian : Teladan

Lasut : Pemikir cerdas

Legi : Menipis

Legoh : Penelan manis pahit

Lembong : Pembalas budi

Lempas : Kedudukan

Lempou : Kunjungan

Lengkey : Dimuliakan

Lengkoan : Penghalang

Lengkong : Pendidik

Lensun : Diharapkan

Leong : Main

Lepar : Tujuan

Lesar : Halaman

Lewu : Tersendiri

Liando : Penimbang

Limbat : Berganti

Limbong : Ingat budi

Limpele : Penurut

Lincewas : Tumbuhan obat

Lintang : Bunyi-bunyian

Lintong : Pusat persoalan

Liogu : Jernih

Litow : Tinggi

Liu : Bijaksana

Liwe : Air mata

Loho : Perindu

Loing : Pengawas

Lolombulan : Bulan purnama

Lolong : Bulan

Lomboan : Lemparan keatas

Lompoliu : Pengajar

Lonan : Ramah

Londa : Perahu

Londok : Tinggi

Longdong : Penjaga

Lontaan : Pembuka jalan

Lontoh : Tinggi keatas

Losung : Pendesak

Lowai : Bayi lelaki

Lowing : Mengawasi

Ludong : Kepala negeri

Lumanau : Biasa berenang

Lumangkun : Penyimpan rahasia

Lumatau : Berpengetahuan

Lumempouw : Meliwati

Lumenta : Terbit

Lumentut : Bukti

Lumi : Meminggir

Lumingas : Membersihkan

Lumingkewas : Tepat dlm segala hal

Lumintang : Menunggalkan

Luminuut : Berpeluh

Lumoindong : Melindungi

Lumondong : Berlindung

Lumowa : Meliwati

Lumunon : Muka bercahaya

Luntungan : Memiliki jambul

Lutulung : Penolong

M

Maengkom : Penakluk

Maengkong : Mendidik

Mailangkai : Yang ditinggikan

Mailoor : Disenangi

Maindoka : Kecukupan

Mainsouw : Bersaudara 9

Mait : Obat pahit

Makadada : Memuaskan

Makal : Penutup lubang

Makaley : Melindungi/menutup

Makaliwe : Air mata

Makangares : Mengharap

Makaoron : Mengulung musuh

Makarawis : Puncak gunung

Makarawung : Tinggi usaha

Makatuuk : Hidup sentosa

Makawalang : Orang kaya

Makawulur : Dihormati

Makiolol : Selalu ikut

Makisanti : Dengan pedang

Malingkas : Tetap berada

Mamahit : Dukun obat pahit

Mamangkey : Pengangkat

Mamantouw : Penubuat

Mamanua : Pembuka negeri

Mamarimbing : Pemberi kesuburan

Mamba : Ditetapkan

Mambo : Penetapan

Mambu : Pemberi supa

Mamengko : Pemberi teka-teki

Mamentu : Pemberi rasa

Mamesah : Pembuka rahasia

Mamoto : Penjelasan

Mamuaya : Pemberi

Mamuntu : Mencapai puncak

Mamusung : Penangkal

Manalu : Ditingkatkan

Manampiring : Membuat jalan

Manangkod : Menahan musuh

Manapa : Pertanyaan

Manarisip : Membetulkan

Manaroinsong: Sumber air

Manayang : Pergi jauh

Mandagi : Menghiasi bunga

Mandang : Melambung tinggi

Mandey : Pandai

Manebu : Dewa peninjau

Manese : Bertindak dahulu

Mangare : Minta dibujuk

Mangempis : Merendahkan diri

Mangindaan : Tahan uji

Mangkey : Angkat

Mangowal : Pemancung

Mangundap : Berbahaya

Manimporok : Ke puncak

Manopo : Bersama datuk (opo)

Manorek : Mengganggu

Mantik : Meneliti/menulis

Mantiri : Pembuat benda halus

Mantoauw : Nubuat

Manua : Negeri

Manurip : Menyisip

Manus : Taruhan

Mapaliey : Menakuti musuh

Maramis : Menggenapi

Marentek : Tukang besi

Maringka : Berkekuatan

Masie : Tumbuhan obat

Masinambau : Tujuan pasti

Masing : Bergaram

Masoko : Pokok

Matindas : Ramping

Maukar : Menjaga

Mawei : Pembimbing

Maweru : Pembaharu

Mawikere : Teladan

Mawuntu : Kedudukan tinggi

Mekel : Lindungi

Mema : Berbuat

Mende : Pemalu

Mendur : Berguntur

Mengko : Teka-teki

Mentang : Pemutus

Mentu : Rasa

Mesak : Pendesak

Mewengkang : Pembuka jalan

Mewoh : Lemah lembut

Mince : Main

Mincelungan : Main perisai

Minder : Menderu

Mingkid : Pemberi acuan/konsep

Mogot : Penebus

Mokalu : Bersaudara

Mokolensang : Berdiam diri

Mokorimban : Pemberani

Momongan : Pemilik

Momor : Persatuan yang baik

Momuat : Pengurus jamuan

Mondigir : Meratakan

Mondong : Menyembunyikan

Mondoringin : Meratakan jalan

Mondou : Berangkat pagi

Mongi : Kuat kekar

Mongilala : Pengusir musuh

Mongisidi : Saksi dan bukti

Mongkaren : Membongkar

Mongkau : Mencari emas

Mongkol : Mematung

Mongula : Pemohon berkat

Moniaga : Kebesaran

Moninca : Pembuah ramai

Moningka : Penambah tenaga

Moniung : Menangis kecil

Mononimbar : Suka memberi

Mononutu : Pekerja tekun

Montolalu : Pembagi tugas

Montong : Pembawa

Montung : Pengangkat

Motto : Jelas

Muaya : Berani

Mudeng : Berdengung jauh

Mukuan : Mempunyai buku

Mumek : Penyelidik

Mumu : Simpanan cukup

Mundung : Bernaung

Muntu : Gunung

Muntu untu : Gunung bersusun

Muntuan : Ke gunung

Musak : Didesak

Mussu : Penjaga setia

N

Nangka : Diangkat

Nangon : Diangkat

Nangoy : Dipikul

Naray : Jimat

Nayoan : Diberi berkat

Nelwan : Tempat terbang

Nender : Gerakan

Ngala : Dirintangi

Ngangi : Di hati

Ngantung : Ditimbulkan

Ngayouw : Dmajukan

Ngion : Diperoleh

O

Ogi : Goyang

Ogot : Hakimi

Ogotan : Kena dendam

Oleng : Pikulan

Oley : Teladan

Ombeng : Kelebihan

Ombu : Cetakan rupa

Ompi : Tertutuo

Ondang : Pedang

Onsu : Jimat

Opit : Jepitan

Oroh : Perselisihan

Otay : Bertawakal

P

Paat : Pengangkat

Pai : Besar

Paila : Cukup besar

Pakasi : Pemberian

Palangiten : Sinar matahari

Palar : Tapak tangan

Palenewen : Dibenamkan

Palenteng : Peniup

Palilingan : Nasehat baik

Palit : Bekas luka

Panambunan : Timbunan besar

Panda : Pinter

Pandean : Amat pandai

Pandelaki : Pemegang bibit

Pandey : Pinter, pandai

Pandi : Penghancur

Pandong : Tenaga kuat

Pangalila : Berlebihan

Pangau : Jauh kedalam

Pangemanan : Dipercaya

Pangila : Berlebihan

Pangkerego : Suara nyaring

Pangkey : Diangkat

Pantonuwu : Tegas

Pantouw : Penolong bijaksana

Parengkuan : Kepala jimat

Paruntu : Tempat ketinggian

Paseki : Pengikat

Pasla : Tepat tujuan

Pauner : Tengah

Pele : Jimat

Pelengkahu : Emas tulen

Pendang : Pengajar

Pepah : Lemah lembut

Pesik : Pancaran bara

Pesot : Cekatan

Piay : Biasa

Pinangkaan : Tempat yang tinggi

Pinantik : Ditulis

Pinaria : Hubungan erat

Pinontoan : Menunggu

Pioh : Cucu

Piri : Semua satu

Pitong : Memungut

Pitoy : Diikuti

Podung : Dijunjung

Pola : Pengajak

Poli : Tempat suci

Polii : Pelita

Polimpong : Didewakan

Politon : Gembira selalu

Poluakan : Air berkumpul

Pomantouw : Penubuat

Ponamon : Pengasih

Pondaag : Pendamai

Pongayouw : Penghulu perang

Ponggawa : Pemberani

Pongilatan : Berkilat

Pongoh : Berisi padat

Ponosingon : Terbang

Pontoan : Menunggu

Pontoan : Menunggu

Pontoh : Pendek

Pontororing : Bercahaya

Poraweouw : Penunjukan

Porayouw : Perenang

Porong : Tudung kepala

Posumah : Pembagi

Potu : Tekun

Poyouw : Yang diberikan

Pua : Buah

Pungus : Pengawas

Punuh : Orang terdahulu

Purukan : Punya kedudukan

Pusung : Penangkal serangan

Putong : Penyelidik

R

Raintung : Daun bergerigi

Rambi : Bunyi merdu

Rambing : Bunyi suara merdu

Rambitan : Tambahan bunyi

Rampangilei : Kembar bersih

Rampen : Kelebihan

Rampengan : Berkelebihan

Ransun : Bawang

Ranti : Pedang

Rantung : Terapung

Raranta : Naik tangga

Rares : Sehat

Rarun : Sudah tua

Rasu : Penyimpan

Ratag : Terlepas

Ratu : Batu jumat

Ratulangi : Jimat dari langit

Ratumbuisang: Batu berbintik

Ratuwalangaouw: Batu berantai

Ratuwalangon: Batu panjang

Ratuwandang : Batu merah

Rau : Jauh

Rauta : Dewata

Regar : Bebas

Rei : Bebas celaka

Rembang : Burung rawa

Rembet : Berpegang teguh

Rempas : Memasak

Rengku : Tundukan

Rengkuan : Ditunduki

Rengkung : Dihormati

Repi : Pemikir

Retor : Penghalang

Rimper : Potong rata

Rindengan : Bergerigi

Rindengan : Sama-sama

Rindo-rindo : Suara gemuruh

Robot : Lebih

Rogahang : Berkeringat

Rogi : Banyak bicara

Rolangon : Berantai

Rolos : Kepala

Rombot : Dilebihi

Rompas : Penyimpan rahasia

Rompis : Pekerja baik/rukun

Rondo : Lurus

Rondonuwu : Bicara lurus

Rooro : Penggerak

Rori : Dihormati

Rorimpandey : Sempurna

Roring : Kemuliaan

Rorintulus : Cahaya

Rosok : Tepat

Ruaw : Bulan purnama

Ruidengan : Bersama

Rumagit : Menyambar

Rumambi : Membunyikan

Rumampen : Jadi satu

Rumampuk : Memutuskan

Rumayar : Mengibarkan

Rumbay : Tidak perduli

Rumende : Mendekati

Rumengan : Sejaman

Rumenser : Tetesan air

Rumimpunu : Yang dimuka

Rumincap : Berhati baik

Rumokoy : Membangunkan

Rumpesak : Kedudukan

Runturambi : Kehormatan

S

Salangka : Benda persembahan

Salendu : Banyak ide

Sambouw : Bunga kayu

Sambuaga : Bunga kayu cempaka

Sambul : Berlimpah

Sambur : Melimpah

Samola : Membesar

Sangkaeng : Paras kecil

Sangkal : Satu paras

Sarapung : Perkasa

Saraun : Sepintas remaja

Sarayar : Buka jemuran

Sariowan : Pelancong

Sarundayang : Pengiring

Saul : Lengah

Seke : Perorangan

Seko : Sentakan

Sembel : Penuh

Sembung : Bunga

Semeke : Tertawa

Senduk : Senang

Sengke : Guling

Sengkey : Pengguling

Senouw : Cepat

Sepang : Cabang jalan

Sigar : Kaya

Sigarlaki : Kekayaan

Simbar : Terbuang

Simbawa : Banyak kemauan

Sinaulan : Penasehat

Singal : Perintang musuh

Singkoh : Dibatasi

Sinolungan : Memprakarsai

Sirang : Potongan

Siwu : Penghancur musuh

Siwy : Siulan

Solang : Pedang

Somba : Pelindung

Sompi : Penyimpan rahasia

Sompotan : Meluputkan

Sondakh : Pengawas

Soputan : Letusan

Sorongan : Bergeser

Suak : Kepala

Sualang : Karunia

Suatan : Pengharapan

Sumaiku : Panjang idenya

Sumakud : Menewaskan

Sumakul : Menewaskan

Sumangkud : Terikat

Sumanti : Mempergunakan

Sumarandak : Gemerincing

Sumarauw : Pendidik

Sumele : Pembatas

Sumendap : Menyinari

Sumesei : Pengawas

Sumilat : Mengangkat

Sumlang : Main pedang

Sumolang : Memainkan pedang

Sumual : Memiliki kelebihan

Sumuan : Mengesahkan

Sundah : Tidak menetap

Sungkudon : Buah persembahan

Suot : Puas

Supit : Menjepit musuh

Surentu : Banyak bicara

Suwu : Serbu

T

Taas : Kuat

Tairas : Terangkat dari dalam

Talumepa : Berjalan didaratan

Talumewo : Perusak

Tambahani : Senang bersih

Tambalean : Menuju Barat

Tambarici : Dibelakang

Tambariki : Dibelakang

Tambayong : Gemar kekayaan

Tambengi : Amat cepat

Tambingon : Keliling

Tamboto : Menghias kepala

Tambun : Timbun

Tambunan : Timbunan

Tambuntuan : Puncak tinggi

Tambuwun : Menandingi

Tamon : Disayangi

Tampa : Bunga

Tampanatu : Bunga api

Tampanguma : Bunga mekar

Tampemawa : Turun kelembah

Tampemawa : Turun kelembah

Tampenawas : Memotong daun

Tampi : Setia

Tampinongkol: Suka berkelahi

Tandayu : Pemuji

Tangka : Amat tinggi

Tangkere : Teladan

Tangkow : Nyanyian

Tangkudung : Perisai pelindung

Tangkulung : Perisai pelinding

Tanod : Tambu

Tanor : Tambur

Tanos : Teratur

Tarandung : Jalan

Taroreh : Diangkat

Taulu : Dijunjung

Tawas : Penawar mujarab

Tendean : Tempat berpijak

Tengges : Tempat memasak

Tenggor : Menghilang

Tengker : Bergemuruh

Terok : Pedagang keliling

Tidayoh : Senang dihormati

Tiendas : Berkurang

Tikoalu : Penakluk

Tikonuwu : Pandai bicara

Tilaar : Kerinduan

Timbuleng : Pemikul

Timpal : Persekutuan

Tinangon : Terangkat

Tindengen : Pemalu

Tintingon : Melambung

Tirayoh : Senang dihormati

Tiwa : Menaiki puncak

Tiwow : Berniat

Toalu : Didepan

Todar : Bertahan

Togas : Pantang surut

Tololiu : Penghambat

Tombeng : Secepat angin

Tombokan : Berkelebihan

Tombokan : Pemukul akhir

Tompodung : Dijunjung

Tompunu : Membuyarkan musuh

Tongkeles : Percepat

Tooi : Pengikut

Torar : Biasa matahari

Torek : Berkekurangan

Towo : Dari atas

Tuegeh : Tumpukan

Tuera : Perintah

Tulandi : Pemecah batu

Tular : Penasehat

Tulenan : Tetap tolong

Tulung : Pandai menolong

Tulus : Penengah

Tulusan : Menengahi

Tumanduk : Pelindung

Tumangkeng : Merombak

Tumatar : Kebiasaan

Tumbei : Berkat

Tumbelaka : Diberkati

Tumbol : Penopang

Tumbuan : Kaya

Tumembouw : Berteman

Tumengkol : Penahan

Tumewu : Melenyapkan

Tumilaar : Yang dirindukan

Tumilesar : Telentang

Tumimomor : Tempat yang baik

Tumiwa : Ingatan

Tumiwang : Mengingat

Tumober : Hadiah

Tumondo : Tujuan pasti

Tumonggor : Disiapkan

Tumundo : Pembawa terang

Tumurang : Pemberi bibit

Tumuyu : Yang dituju

Tunas : Asli

Tundalangi : Tatapan dari langit

Tungka : Terangkat

Turang : Menopang

Turangan : Berkelebihan

Tuwaidan : Lengkap

Tuyu : Penunjuk

Tuyuwale : Menuju rumah

U

Uguy : Pembawa rejeki

Ukus : Kurang gemuk

Ulaan : Ditakuti

Umbas : Kuat bersih

Umboh : Penolak bahaya

Umpel : Menyenangkan

Undap : Cahaya sinar

Unsulangi : Diatas

Untu : Gunung

W

Waani : Pahlawan

Wagei : Tertarik

Wagiu : Cantik/rupawan

Waha : Bara api

Wahon : Moga-moga

Wakari : Teman serumah

Wala : Cahaya

Walalangi : Cahaya dari langit

Walanda : Cahaya berlalu

Walandouw : Cahaya siang

Walangitan : Cahaya kilat

Walean : Komplek rumah

Walebangko : Rumah besar

Walelang : Rumah tinggi

Waleleng : Rumah tersendiri

Walian : Dukun

Walintukan : Taufan

Waluyan : Lewat

Wanei : Prajurit

Wangania : Buat sekarang

Wangko : Besar

Wantah : Patokan

Wantania : Patokan tetap

Wantasen : Yang jadi patokan

Wariki : Pendidik

Watah : Berani

Watti : Nubut

Watugigir : Batu licin

Watuna : Biji bersih

Watung : Timbul terus

Watupongoh : Teguh

Waturandang : Batu merah

Watuseke : Berani

Wauran : Cabut pilihan

Wawoh : Ketinggian

Wawointama : Cita-cita tinggi

Wawolangi : Di ketinggian

Wawolumaya : Diatas puncak

Waworuntu : Diatas gunung

Weku : Penasehat

Welong : Kurang daya

Welong : Pemikul

Wenas : Penyembuh

Wenur : Persembahan

Weol : Penasehat

Wetik : Berperan

Wilar : Pembuka

Winerungan : Menghiasi

Winokan : Men coba

Woimbon : Bercahaya

Wokas : Penyelidik

Wola : Cahaya

Wondal : Jimat

Wongkar : Membangun

Wonok : Peruntuk

Wonte : Kuat teguh

Wooy : Hujan rahmat

Worang : Kuat ikatan

Worotikan : Pancarana api

Wotulo : Pembersih

Wowilang : Pendorong

Wowor : Obat kesohor

Wuisan : Pengusir

Wuisang : Mengusir

Wulur : Puncak

Wungkana : Gelang jimat

Wungow : Bicara seenaknya

Wuntu : Gunung

Wurangian : Pemarah

Wuwung : Kelebihan

Wuwungan : Diatas atap



Oleh : - W.J Pangemanan

- V.O Luntungan

2 komentar:

vam semet kenapa tidak dicantumkan

hei, so lupa dengan vam SEMET, yang artinya anak gembala

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More