Untuk info promo media hubungi OPA di 08161161874 atau email ke: andre.sumual@gmail.com

Jumat, Januari 27, 2012

ARI PRAMUNDITO KEMBALI BERNYANYI SOLO


Akhir-akhir ini orang lebih mengenalnya sebagai vokalis sebuah group band bernama Gruvi. Padahal sebelum bersama band pop ini, nama Ari Pramundito sudah pernah mencuat sebagai penyanyi solo. 
Kehadirannya di dunia musik berawal tahun 2007 ketika merilis debut album solo bertajuk “Funk Me” dengan single-hits seperti “Dicintai tuk Disakiti” dan “Katakan Kau Cinta”. Lagu-lagu ini pernah menduduki posisi chart teratas di beberapa radio tanah air.

Eksistensi Ari kembali dibuktikannya ketika menjadi gitaris sekaligus vokalis Gruvi. Bersama Gruvi nama Ari kian menjulang. Apalagi Ari juga menulis lagu untuk Gruvi dan menempatkannya sebagai salah satu hits-maker tanah air. Lagu ciptaannya yang popular bersama Gruvi antara lain “Masih Mencintaimu” dan “ABC Cinta”. Lagu-lagu ini selain melambungkan nama Gruvi, juga meraih jutaan download ring back tone. Bersama Gruvi, Ari sempat merilis 3 album dan tampil sebagai pembuka konser Justin Bieber. 

“Namun panggilan hati saya ternyata tetap sebagai penyanyi solo,” ungkap Ari Pramundito. Dan Ari kembali hadir di blantika musik Indonesia sebagai solois dengan merilis single “Aku Sangat Mencintaimu” dari album “I'll Do”. Berbeda ketika bersama Gruvi dalam konsep lagu-lagu pop, kini Ari kembali menunjukkan spesialisasinya sebagai penyanyi sweet jazz atau lagu-lagu berirama groove dan funk. Sebagai penyanyi sekaligus gitaris membuat Ari jadi bernilai lebih. Apalagi jika Ari memamerkan scat sing (mengikuti melodi gitar dengan vokal) yang bisa dibilang belum ada lagi yang bisa melakukan itu setelah Mus Mujiono. 

Dalam album terbarunya, lelaki langganan gelar ‘best guitarist’ dibanyak festival musik jazz ini juga bertindak sebagai executive producer, producer, composer, arranger, sekaligus player. Sementara aransemen ia kerjakan bersama sahabatnya Yudhistira Arianto.

Proses produksi album ini memerlukan waktu pengerjaan sekitar 4 bulan. Lelaki penggemar berat George Benson dan Stevie Wonder ini sangat memperhatikan sound quality dari albumnya ini. “Saya ingin musisi yang mengisi album ini dihargai setiap nada dalam lagu-lagu yang mereka keluarkan,” jelas Ari Pramundito

Untuk mixing Ari Pramudito mempercayakan kepada Moko, mixing engineer dari Brotherland Studio. Sementara untuk mastering dilakukan di Memphis, Amerika Serikat oleh Brad Blackwood, salah satu mastering engineer kelas dunia pemenang Grammy Award. Blackwood berpengalaman menangani mastering album dari artis-artis seperti Maroon 5, Will I Am, Evanesence, Black Eyed Peas, Vennessa Carlton, Sara Bareilles, P.O.D, dan banyak lagi.

Ari Pramundito menyadari kalau ingin kembali bersaing di industry musik tanah air sebagai penyanyi solo dia harus serius. “Mastering di Amerika bukan buat keren-kerenan tapi memang karena saya ingin merilis album dengan kualitas terbaik,” jelas Ari lagi. Disinilah kontribusi seorang Ari Pramundito untuk kembali membawa musik Indonesia ke dunia internasional dan menjadi musisi yang lebih baik lagi untuk Indonesia.

Semoga album ini dapat diterima untuk memberikan cahaya baru, warna baru yang fresh, semangat baru di music lewat karya saya dan musisi pendukung saya, dan juga membuat bangga Indonesia di mata dunia” - Ari Pramundito-

Jumat, Januari 13, 2012

PLANET BAND: INGIN MENGHARUMKAN BANJARMASIN


Banjarmasin sebentar lagi akan mencatatkan namanya dalam daftar kota-kota tanah air penyumbang band papan atas. 

Tak mengada-ada karena kenyataannya akhir-akhir ini ibukota Propinsi Kalimantan Selatan itu gencar menyumbang artis dan band baru dalam blantika musik tanah air. 
  
Salah satunya adalah PLANET BAND. Band beranggotakan Adi (vokal), Amy (gitar), Ary (gitar), Abenk (bass), Azien (drum) resmi berdiri 11 Agustus 2007 di Banjarmasin.

Menurut mereka, nama PLANET BAND ditahbiskan sebagai nama karena terispirasi saat melihat bintang jatuh.
Orang yang melihat bintang jatuh itu diyakini membawa keberuntungan. Bintang jatuh juga berpijar cahaya sebelum mencapai PLANET bumi. Berharap band kami juga membawa keberuntungan serta selalu berpijar dan bersinar seperti bintang,” jelas Adi sang vokalis.  

Sedari awal membentuk band, kelimanya sudah sepakat untuk menjadikan band ini sebagai band yang bisa menembus kancang nasional. “Kami berkeinginan untuk mengembangkan kreatifitas serta karir bermusik kejenjang yang lebih tinggi dan profesional,” kata Amy. Makanya agar karirnya bisa lebih berkembang mereka sepakat untuk hijarh ke Jakarta.


Latar belakang dengan pengalaman, karakter dan influence bermusik yang berbeda coba mereka tautkan kedalam karya yang diharapkan bisa memberi warna baru dalam khasanah musik nusantara. 

Setidaknya bisa melahirkan skena pop yang baru diantara
band-band yang sedang menjamur saat ini. PLANET BAND mengusung genre musik pop-alternatif dengan sentuhan melayu yang kental disetiap lagu mereka. 
 
Kami melebur pengalaman masing-masing dengan melahirkan karya yang mudah-mudahan berbeda dengan kebanyakan band yang sudah ada,” harap Adi sang vokalis.

Akhirnya perjuangan merekapun mulai kelihatan hasilnya. Baru-baru ini PLANET BAND merilis album secara nasional. Debut albumnya bertajuk Planet yang diproduksi oleh Dian Production berisi tujuh lagu dengan mengedepankan lagu andalan berjudul “Febby”.

Kami berharap mudah-muadahn lagu-lagu PLANET BAND bisa diterima oleh penggemar musik tanah air. Dan kami juga berkeinginan mengharumkan nama Banjarmasin sebagai salah satu kota penghasil musisi buat musik Indonesia,” harap Ary tentang keberadaan bandnya ini. 




 

Kamis, Desember 08, 2011

Sang Legenda Hidup John Mayall di Jak Blues Festival 2011

Musik blues sekarang tak lagi dikatakan sebagai musik orang tua, karena kenyataannya banyak anak muda sekarang yang bermain blues. Pernyataan ini dilontarkan Frans S.Sunito, Wakil Ketua Komite Jakarta International Blues Festival 2011 pada konferensi pers yang diadakan Selasa (6/12) lalu di Black Cat Jazz Club, Senayan, Jakarta. 
 

Konferensi pers yang diadakan sehubungan dengan akan berlangsungnya hajatan besar para pencinta blues tanah air dihadiri oleh para dedengkot musik blues yang tergabung dalam asosiasi INA Blues. Selain Frans S Sunito, hadir pula musisi senior Oding Nasution - Ketua Asosiasi Blues Indonesia, Davy Ratu - Ketua Pelaksana Jakarta International Blues Festival 2011, Abdee Negara 'Slank' dan Gugun dari Gugun Blues Shelter. 

 Jak Blues Festival sendiri akan berlangsung pada 17 Desember 2011 di Istora, Senayan, Jakarta dengan line-up utama adalah legenda hidup musik blues, John Mayall. “John Mayall adalah cikal bakal msuik blues rock yang berkembang di seluruh dunia. Dan Gugun Blues Shelter bangga jadi pembuka sang legenda,” kata Gugun dalam konferensi pers. 

Seperti diketahui sejumlah nama besar di dunia musik blues dan rock adalah mantan 'anak didik'nya seperti Eric Clapton, Jeff Beck, Jack Bruce, Peter Greem, Mick Fleetwood, John McVie, dan Mick Taylor mantan gitaris The Rolling Stones. Mereka semua pernah bergabung dalam group John Mayall and the Bluesrreakers

Selain John Mayall, festifal yang mengusung thema “Keepin' the Blues Alive ; In Blues We Trust” juga akan menampilkan artis-artis international diantaranya Kara Grainger (Australia), Shun Kikuta (Jepang), Kim Mok Kyung (Korea Selatan), Soulmate (India), dan Bopomofo (Taiwan). Sementara musisi dalam negeri yang akan berpartisipasi adalah Abdee Negara & Friends, Gugun Blues Shelter, Sandy Sondoro & Friends, Endah n Rheza, Andre Harihandoyo & Sonic People, Adrian Adioetomo, Balawan, Oppie Andaresta, Trias Acustika, Blackout, Ginda & The White Flowers dan lain lain. 
Layaknya sebuah festival, acara yang akan berlangsung mulai pukul 11.00 sampai dengan pukul 24.00 menyediakan 5 pannggung berbeda untuk dinikmati:
Blue Stage : Panggung untuk musisi blues Internasional dan nasional
Red Stage : Panggung utama di Istora Senayan, untuk special show dari musisi blues legendaris John Mayall
Black Stage : Panggung bagi bakat-bakat baru dan new rising star blues
Green Stage : Panggung blues akustik.
White Stage : Panggung “relaxing ngamen” di lounge stage

Untuk info Djarum Super Jakarta Blues Festival 2011:
InaBlues Office Hotline (Hunting): 021-7590-4943

Senin, November 14, 2011

CLAS MILD MEMPERSEMBAHKAN CLAS PARTY WITH AKON LIVE IN CONCERT


Eksistensi Clas Mild dibawah bendera musiknya “Clas Party” yang konsisten untuk memajukan dunia musik di Indonesia terus berlanjut.

Setelah sukses menggelar konser boyband asal Irlandia, Westlife, yang berhasil menghibur 4500 penonton, Clas Party hadir kembali di Jakarta untuk menghibur pencinta musik R&B dengan menampilkan  Akon dalam konser bertajuk “Clas Party with Akon Live in Concert”.

“Dengan menghadirkan Akon, kami ingin menginspirasi anak muda Indonesia dalam musik. Kami ingin menampilkan artis internasional yang lengkap secara konsep mulai dari panampilan, tata panggung dan tentunya kualitas suara Akon. Semoga sehabis menonton konser Clas Party ini bisa menambah inspirasi,” tutur Iwan Sulistyo, Senior Manager Marketing Communication PT Nojorono.  

Minggu, 13 November 2011 lalu, bertempat di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta, AKON berhasil membuktikan kalau ia punya penggemar fanatik di Indonesia. Tak salah Clas Party menampilkan AKON karena pemenang Favorite Male R&B/Soul Artist di American Music Awards 2007 ini memang berhasil membuktikan bisa mengantar hysteria bagi pecinta musik hip-hop/R&B  tanah air.

Membuka konser dengan semangat , tepat pukul 21.00,  AKON langsung membuat pelataran JIEXPO bergemuruh. Dengan kostum serba putih yang terlihat kontras dengan kulitnya yang hitam legam, Akon mengawali pesta penuh kejutan dengan nomor pembuka 'Shake Down'.

"Hallo Jakarta, c’mon make some noise," teriak Akon dari atas panggung outdoor Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta , Minggu 13 November 2011 malam. Walau ini penampilan keduanya , namun party goers  Jakarta ternyata tak surut antusiasnya.  Suasana party terasa kental dalam konser ini berkat aksi dua orang DJ yang mengiringi penampilan AKON yang penuh kejutan.

Kejutan pertama adalah ketika Akon  meminta sekuriti membuka pagar pembatas antara penonton kelas VIP dan penoton kelas regular. Tentunya setelah sebelumnya meminta ijin kepada penonton VIP.  “Siapa yang sudah pernah menonton konser Akon sebelumnya pasti tau aturan dalam konser Akon. There’s no VIP, there’s no regular people,” kata Akon disambut gemuruh penonton kelas regular yang kemudian membaur dengan penonton VIP.   

Prosesi mencengangkan ini ternyata untuk menunjang aksi kejutan berikutnya yang cukup menggemparkan. Akon menggelinding diatas penonton  dalam sebuah balon raksasa. Dalam balon transparan itu Akon berguling-guling sambil tetap bernyanyi. Aksi berbaur dengan penonton ini cukup lama dilakukannya.

Saat melantunkan lagu 'Beautiful', AKON membuat kejutan lagi dengan membuka bajunya serta melakukan diving dengan menghempaskan tubuhnya ketengah penonton yang menyambut meriah. 
 
Pada lagu 'Freedom' AKON terlihat emosional menyanyikannya. Lagu ini merupakan pengucapan syukur akan perjalanan hidupnya menuju kebebasan. Dari Senegal ke Amerika Serikat adalah lompatan karir yang spektakuler. Sambil menampilkan video footage yang menggambarkan masa dia di Afrika, sepanjang depan panggung dipenuhi kembang api yang membentuk tirai.

Dalam aksi konsernya, penyanyi bernama asli  Aliaune Damala Bouga Time Puru Nacka Lu Lu Lu Badara Akon Thiam kelahiran Senegal, 30 April 1973 ini menyanyikan semua lagu hits-nya. Diantaranya ‘Dangerous’, 'Lonely',  'Don't Matter', ‘Smack That’,  'Wake Up Call', ‘Locked Up’, dan tentunya ‘Right Now (Na Na Na).

'Clas Party With Akon Live In Concert'  menampilkan kejutan demi kejutan. Untungnya cuaca cerah mengiringi penampilan AKON. Kalau tidak, penonton masih akan disuguhi kejutan lain karena AKON berjanji pesta tak akan berakhir walau diguyur hujan. Dan pesta bertema  'It's Rain or Shine Event” ini berakhir memuaskan, tanpa berbasah-basah. *ops









Kamis, Oktober 27, 2011

FELIX’S Menebar Happy Pop


Keinginan mereka sederhana, sama seperti keinginan banyak anak band yaitu ingin meramaikan blantika musik Indonesia dan berharap bisa eksis. Makanya dalam menamai band, mereka terispirasi dari seekor kucing bernama Felix the Cat. Kucing adalah penggambaran dari keinginan mereka agar bisa digemari semua kalangan. Maka sepakatlah mereka menamakan diri FELIX’S.

FELIX’S berawal dari persahabatan enam orang yang kemudian dikembangkan dalam dunia musik. Setelah terjadi beberapa pergantian personil maka pada Juli 2007 akhirnya terbentuklah  FELIX’S dengan formasi Tutut (vokal), Avenk (gitar), Rio (gitar), Lutfi (bass), Renggo (keyboard), dan Nopika (drum).

Dalam menempa pengalaman panggung, FELIX’S sering mengikuti berbagai festival band. Hingga pernah menjadi juara pertama Piala Menpora 2008. Kemudian meningkat menjadi band pembuka untuk band-band papan atas tanah air. Sertelah dirasa cukup menimba pengalaman panggung, FELIX’S kemudian merekam lagu-lagu karya mereka dalam bentuk demo. “Kami coba merekam karya kami dalam aliran musik yang kami namakan Happy Pop,” kata Tutut sang vokalis. “Karya kami adalah hasil penyatuan dari banyak referensi yang kami dengarkan,” tambahnya.

Ya mereka sepakat menamakan aliran musik mereka dengan Happy Pop. Sebuah suguhan musik pop yang dibawakan dengan selalu bergembira gembira. Dan FELIX’S membawa kegembiraan itu kepada sahabat dan penggemar yang mereka sebut FELIX’S FORCE (F.Force)

Dan FELIX;S bekerja sama dengan perusahaan rekaman PILAR MUSIK siap untuk meramaikan industri musik Indonesia lewat debut album bertajuk “TERBAIK” dengan single hit “Tak Ada Rencana Mendua”. Sebuah lagu ceria yang dilantunkan dengan power vokal yang meyakinkan di dalam balutan aransemen musik pop-rock yang bertenaga. Dan tentunya dibawakan dengan gembira. Lagu ini sudah bisa dinikmati di radio-radio tanah air.

Selasa, Oktober 18, 2011

ANGEL LELGA Rilis Single “Baby ILU”

Nama dara cantik ini sudah tak asing lagi di industri entertainment tanah air. Banyak cerita sudah diukirnya di ranah hiburan ini. Bermacam kegiatan hiburan pun sudah dilakoninya, mulai dari presenter,  pemain sinetron, hingga tentunya sebagai penyanyi. Namanya Angel Lelga.
 
Dari kecil aku hobby-nya nyanyi. Makanya setelah dewasa keinginan itu tak pernah pupus,” kata Angel. Makanya gadis kelahiran 1 Januari ini lantas melatih kemampuan olah suaranya dibawah bimbingan palatih vokal Bertha dan juga Uci Elfa Singer.
Untuk membuktikan kemampuannya itu, baru-baru ini Angel Lelga merilis sebuah single bertajuk “Baby I.L.U”.  Dalam lagunya itu Angel menawarkan lagu pop-dance ringan yang dibawakan dengan beat sedang namun tetap dalam enak untuk bergoyang.
“Aku berharap lagu single ini bisa diterima oleh siapa saja dan dari kalangan mana saja,” harap gadis bergelar S1 Universitas Bina Nusantara ini. “Makanya aku membawakan lagu pop dengan lirik sederhana yang mudah dicerna,” tambahnya.
 


Lagu dan aransemen musik yang dibuat Irwan Simanjuntak dari Brotherland Studio ini diharapkan bisa memberi warna dalam kancah musik pop tanah air. Liriknya dibuat simple dan mudah dicerna. Bertutur tentang kejadian sehari-hari, tentang cinta dan media sosial.
Sekarang kan hampir semua orang pake BlackBerry dan ikutan sosial media. Flirting pake BBM, bahkan pacaran aja lewat BBM. Ini tema yang mudah diingat ketika dituangkan dalam lirik lagu,” jelas gadis penyuka Benyamin S dan John Lennon ini.      
 
Tumbuh dalam keluarga yang sederhana, anak ketiga dari lima bersaudara ini lebih mengutamakan kebersamaan dan sangat pemaaf, hingga detik ini pun, kesehariannya yang kian disibukan oleh sejumlah  aktifitas seperti latihan vocal dan dance, hingga jadwal show ke daerah-derah. Sekarang ditambah kegiatan promosi untuk single “Baby I LU ini. 
 
Tapi walaupun sibuk, Angel Lelga tidak pernah lupa akan keluarganya. Disela-sela waktunya, Ia selalu menghubungi keluarga dan kerabatnya untuk berkumpul sambil makan atau jalan-jalan.
“Aku sangat suka melihat wajah-wajah yang ceria serta suasana hangat saat keluarga atau kerabat berkumpul sambil alan-jalan atau menyantap makanan bersama dengan lahap,” tandas Angel. “Disaat itu aku merasa seperti ada semangat baru. Apalagi kalau aku bisa curhat tentang hal-hal apa yang sedang dipikirkan, kemudian keluargaku mendukung serta memberikan pendapat yang tulus,” tambahnya. 
 
Angel Lelga ingin membuktikan kalau passion-nya di musik sedang menggebu. Bahwa selama ini keinginannya merilis lagu hanya terganjal kesibukan. Selain jadwal manggung yang padat sebagai penyanyi dan model, Angel juga sibuk jadi pemain sinetron serta film layar lebar. Angel Lelga juga punya kegiatan baru lainnya yaitu sebagai icon parfum yang mengambil namanya sebagai brand A’Lelga. Juga saat ini Angel menjadi Duta Pariwisata Morowali, sebuah kabupaten pemekaran di Propinsi Sulawesi Tengah.


Namun jadwal yang padat itu tak menyurutkan semangatnya untuk akhirnya merilis single terbarunya berjudul “Baby I L U.” Karena itulah bukti kesukaannya terhadap musik. Semoga penggemarnya terhibur dan juga semoga penikmat musik Indonesia bisa menerima kehadiran Angel Lelga di dunia musik. 



Kamis, Oktober 06, 2011

CLAS MILD WESTLIFE GRAVITY TOUR 2011 BERLANGSUNG SUKSES

Rupanya rasa cinta Westlife terhadap penggemarnya di Indonesia tak percuma. Buktinya konser keempatnya di Indonesia tetap mendapat sambutan luar biasa.  Konser bertajuk CLAS MILD WESTLIFE GRAVITY TOUR 2011 yang berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu malam (5 Oktober) lalu sukses besar. Tercatat 4000 tiket sold out.

Boyband yang digawangi oleh Shane Filan, Kian Egan, Nicky Byrne, dan Mark Feehily  ternyata masih bertaring. Tak beda dengan kunjungan mereka sebelumnya di tahun 2000, 2001, dan 2006 silam.  Yang berbeda hanya penampilan mereka yang lebih matang.

Pukul 20.30 konser CLAS MILD WESTLIFE GRAVITY TOUR 2011 dibuka dengan lagu When You’re Looking Like That.  Boyband asal Irlandia bentukan Simon Cowell ini ternyata masih membangkitkan histeria masal. Buktinya penonton Jakarta sontak bergemuruh menimpali lagu yang berirama up-beat itu. Berturut keempatnya menyanyikan lagu-lagu World Of Our Own, What Makes A Man, dan single terbaru Safe.

Terlihat penonton yang datang sangat berbeda dengan penonton boyband asal Korea misalnya. Dari segi usia serta dandanan, penonton yang datang ke konser CLAS MILD WESTLIFE GRAVITY TOUR 2011 kali ini didominasi oleh wajah-wajah yang bukan remaja lagi. Tak heran karena boyband ini menjadi fenomenal di dunia musik international di tahun 2000-an.



CLAS MILD WESTLIFE GRAVITY TOUR 2011 ini adalah bagian dari promo tour dunia mereka seiring dirilisnya album Westlife yang ke-11 “Gravity”. Jakarta adalah kota ke 45 sepanjang Gravity Tour ini. Konser yang didukung tata suara dan tata lampu yang bagus serta konsep koreografi yang keren membuat Weslife tampil sangat menghibur.

Keraguan sebelumnya bahwa boyband ini tak semenarik dulu lagi sudah terpatahkan dengan penampilan yang memukau. Dalam press conference yang dilakukan sesaat sebelum konser, mereka tak banyak gembar-gembor soal apa yang akan mereka tampilkan. Tapi Weslife bisa membuktikan dengan sebuah konser yang prima dan sangat berkesan.



Semua penonton CLAS MILD WESTLIFE GRAVITY TOUR 2011 menikmati konser dengan wajah ceria. Walau konser sempat dihentikan dengan tujuan untuk menenangkan penonton yang terlalu antusias. Tak ada tampang lesu penonton. Bahkan penonton ikut bernyanyi dihampir disemua track yang dibawakan seperti My Love, You Raise Me Up, I Will Reach, Flying Without Wings, dan banyak lagi. Maklum, hampir semua lagu Westlife memang sangat familiar. Bergantian keempatnya menyapa penonton. Suasana akrab terjalin antara Westlife dengan penggemarnya. 

Terbentuk di Irlandia pada 3 Juli 1998, Westlife awalnya terdiri dari lima personil. Namun Brian McFadden meninggalkan band tahun 2004. Hingga sekarang Westlife telah menjual 44 juta album rekaman di seluruh dunia. Dan pada 22 November 2010 silam merilis album kesebelas berjudul “Gravity”  dengan produser John Shanks. Album ini berisi 12 lagu termasuk single pertama Safe dan The Reason sebuah lagu popular milik band Hoobastank yang popular di tanah air.




Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review